Minggu, 27 September 2015

Tugas 1 SoftSkill Psikologi dan Teknologi Internet (Kegunaan dan perkembangan E-Service serta kasus sosial media)



PELAKSANAAN E-SERVICE DALAM MASYARAKAT DAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGINYA
Kemajuan teknologi yang berkembang saat ini semakin memudahkan masyarakat dunia dalam beraktivitas menggunakan teknologi. Salah satunya adalah hadirnya fasilitas E-Banking. Masyarakat tidak perlu direpotkan dengan susahnya bertransaksi jika jauh dari mesin ATM maupun dari Bank.
E-banking yang juga dikenal dengan istilah internet banking ini adalah melakukan transaksi, pembayaran, dan transaksi lainnya melalui internet dengan website milik bank yang dilengkapi sistem keamanan. Dari waktu ke waktu, makin banyak bank yang menyediakan layanan atau jasa internet banking yang diatur melalui Peraturan Bank Indonesia No. 9/15/PBI/2007 Tahun 2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko Dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum. Penyelenggaraan internet banking merupakan penerapan atau aplikasi teknologi informasi yang terus berkembang dan dimanfaatkan untuk menjawab keinginan nasabah perbankan yang menginginkan servis cepat, aman, nyaman murah dan tersedia setiap saat (24 jam/hari, 7 hari/minggu) dan dapat diakses dari mana saja baik itu dari HP, Komputer, laptop/ note book, PDA, dan sebagainya.
Salah satu Bank di Indonesia mengeluarkan salah satu fitur Aplikasi untuk memudahkan nasabahnya  dalam bertransaksi yaitu Bank BCA (PT. Bank Central Asia TBK).


Keuntungan Internet Banking
1.         Nasabah dapat melakukan transfer dana ke nomor rekeningnya yang lain, baik yang terdaftar bank yang sama atau yang terdaftar di bank lain yang satu link dengan bank asal transfer, tanpa harus datang ke bank, antri dan repot.
2.       Nasabah dapat melakukan transfer dana ke nomor rekening orang lain, baik yang terdaftar bank yang sama atau yang terdaftar di bank lain yang satu link dengan bank asal transfer, tanpa harus datang ke bank, antri dan repot.
3.       Nasabah dapat membayar berbagai tagihan seperti tagihan kartu kredit, tagihan listrik, tagihan air, cicilan rumah, cicilan motor, dan cicilan kredit lainnya, tanpa harus datang ke bank, antri dan repot.
4.       Nasabah dapat membeli tiket pesawat, tiket kereta api dan tiket lainnya tanpa harus datang ke bank, antri dan repot.
Kerugian Internet Banking
1.         Dana nasabah dapat dibobol apabila nomor PIN dan Token internet banking diketahui oleh orang lain. Dalam banyak kasus, dana nasabah yang dibobol tidak dapat dikembalikan.
2.       Dana nasabah dapat dibobol oleh karyawan bank sendiri yang mengetahui data-data nasabah, nomor PIN dan nomor Tokennya, meskipun nasabah tidak pernah memberikan data-data tersebut kepada siapa pun. Biasanya hal ini dilakukan oleh karyawan yang memiliki akses terhadap data-data nasabah. Jika nasabah komplain, kadang-kadang malah nasabah yang dituduh teledor atau lalai dalam menjaga kerahasiaan nomor PIN dan nomor Tokennya, padahal karyawan bank itu sendiri yang membobol. Dalam banyak kasus, dana nasabah yang dibobol tidak dapat dikembalikan.
Meskipun terdapat beberapa kelebihan namun nasabah juga perlu berhati-hati dalam menggunakannya atau merahasiakan hal-hal penting yang bersifat privasi seperti nomor PIN dan lain-lain.

Daftar pustaka:
https://id.wikipedia.org/wiki/E-banking
http://drawingdays-everyone.blogspot.co.id/2014/06/kelebihan-dan-kekurangan-e-banking.html



KASUS PENYALAHGUNAAN JEJARING SOSIAL (MEDIA SOSIAL)

Media Sosial atau jaringan sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (umumnya adalah individu atau organisasi) yang diikat dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dan lain sebagainya. Jejaring sosial sebagai struktur sosial yang terdiri dari elemen-elemen individual atau organisasi. Jejaring ini menunjukan jalan dimana mereka berhubungan karena kesamaan sosialitas, mulai dari mereka yang dikenal sehari-hari sampai dengan keluarga. Istilah ini diperkenalkan oleh profesor J.A. Barnes di tahun 1954.
Menurut psikologi, remaja adalah suatu periode transisi dari masa awal anak anak hingga masa awal dewasa, yang dimasuki pada usia kira kira 10 hingga 12 tahun dan berakhir pada usia 18 tahun hingga 22 tahun. Masa remaja bermula pada perubahan fisik yang cepat, pertambahan berat dan tinggi badan yang dramatis, perubahan bentuk tubuh, dan perkembangan karakteristik seksual seperti pembesaran buah dada, perkembangan pinggang dan kumis, dan dalamnya suara. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas sangat menonjol (pemikiran semakin logis, abstrak, dan idealistis) dan semakin banyak menghabiskan waktu di luar keluarga.
Akibat menyalahgunakan media sosia kini banyak dijumpai pemberitaan di media cetak dan elektronik yang memberitakan tentang penyalahgunaan situs jejaring sosial.
Beberapa berita hangat saat ini adalah adanya Prostitusi Online yang beredar. Praktik prostitusi online yang santer terdengar semakin mengkhawatirkan. Fenomena ini bahkan tidak hanya terjadi di Jakarta, melainkan sudah merambah daerah-daerah lain seperti Bandung, Jember, Sulawesi Utara, dan lain sebagainya.
Oleh pihak berwajib, prostitusi online bisa berkembang pesat karena media sosial dan internet semakin memudahkan para penyedia jasa seks untuk berinteraksi dengan para pelanggannya. Selain itu menurut mereka, metode ini dianggap lebih aman dari razia.
Dilansir dari Tempo.co, Kepolisian Resor Besar Kota Bandung telah mengamankan satu orang germo berinisial ‘R’ yang beroperasi melalui aplikasi Blackberry Massengger (BBM) pada hari Minggu (19/4). Pihak Kepolisian mengungkapkan bahwa sang germo memiliki 3 anak buah berusia 19-20 tahun. Dimana setiap transaksi, pelanggan wajib membayar Rp 3 juta.
Maraknya prostitusi online di kalangan remaja ini ditanggapi miris oleh Ketua Dewan Pembina Komisi Perlindungan Anak Indonesia Seto Mulyadi atau Kak Seto. Banyak dari para pelaku yang masih di bawah umur, bahkan terdaftar sebagai mahasiswa perguruan tinggi ternama.
“Sebenarnya kasus prostitusi dengan jejaring online bukan baru pertama kali ini saja. Sudah berjalan sejak lama, dulu kebanyakan menggunakan Facebook. Tapi saya kaget kenapa semakin ke sini bukannya semakin berkurang malah banyak yang terungkap. Selama ini pemerintah kemana,” tutur Kak Seto saat ditemui di Monas (26/4).
Menurut Kak Seto, maraknya prostitusi yang melibatkan kalangan remaja bukan semata-mata urusan ekonomi atau pendidikan. “Jangan selalu mengatakan kalau orang jadi PSK itu karena masalah ekonomi. Banyak faktor yang bisa melatar belakanginya. Bisa aja karena faktor tuntutan lifestyle, selain itu mereka butuh kesenangan yang tidak dia dapat di dalam keluarga. Jangan selalu pusat kesalahannya pada anak,” jelasnya.
Untuk mengatasi hal ini, razia dirasanya belum cukup. Kak Seto beranggapan bahwa pemerintah harus berperan untuk mencari tahu akar, alasan, dan latar belakang mereka masuk dalam prostitusi.
“Razia saja itu belum cukup. Harus di cari tau juga latarbelakangnya. Itulah, pemerintah harus segera melakukan kajian dan koreksi pada sistem pendidikan yang terlalu mengedepankan sisi akademik dan kognitif. Karena terlalu fokus dengan akademik nilai moral dan agama jadi terpinggirkan. Padahal inikan yang penting untuk membentuk bangsa,” tegasnya.
Selain itu, dirinya juga meminta aparat hukum untuk memberikan hukuman setimpal kepada para pelaku dan mereka yang memfasilitasinya. Seperti yang tertuang di Pasal 81 dan 82 UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Setiap orang yang dengan sengaja melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain, dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 tahun penjara.
Untuk mencegah prostitusi online di kalangan remaja semakin meluas, peran penting orang tua juga sangat dibutuhkan. Jalinan komunikasi yang baik antara anak dan orang tua akan membawa hubungan anda pada keterbukaan. Oleh sebab itu, walaupun anda disibukkan dengan pekerjaan dan urusan lainnya, jangan lupa untuk memberi perhatian pada perkembangan anak dan sediakan waktu khusus keluarga.
Etika dalam penggunaan Media Sosial:
Dapat disimpulkan bahwa efek positif dan negatif yang seolah kontradiktif membuktikan bahwa dampak dari internet sangat tergantung dari penggunanya. Oleh karena itu kunci untuk menyeimbangkan efek positif dan negatif dari internet terhadap remaja adalah justru komunikasi yang efektif antara orangtua dan remaja serta adanya bimbingan yang tepat. Jika orang tua mengizinkan remaja untuk memaksimalkan manfaat internet sambil meminimalkan sisi negatif dari internet. Para remaja berhak mendapatkan yang terbaik dari apa yang ditawarkan oleh internet, namun orangtua harus strategis dalam membimbing remaja untuk menggunakan internet dalam meningkatkan pengalaman belajar dan menghasilkan efek yang positif. Internet ada untuk membantu kehidupan manusia. Oleh karena itu semua pihak, sebagai pemerintah, masyarakat, dan media perlu ikut bertanggung jawab menghadapi tantangan kemudahan hidup yang ditawarkan internet di masa depan. Perkembangan teknologi harus diseimbangi dengan bekal iman yang kuat dan nilai moral yang baik bagi setiap orang, agar nantinya tidak menyalahgunakan teknologi dan berbuat menyimpang dari nilai dan norma yang telah ada. Karena hal tersebut akan berpengaruh dalam pembentukan generasi unggul di masa yang akan datang.
Daftar pustaka:
https://mediasociallaw.wordpress.com/2014/12/04/memahami-dampak-positif-dan-negative-dalam-penyalahgunaan-jaringan-sosial-dikalangan-remaja/

Senin, 16 Maret 2015

Tugas Pertama dan Tulisan



TUGAS PERTAMA:
Definisi Konsepsional dan Definisi Opersional kreatifitas
Konsep adalah abstrak, entitas mental yang universal yang menunjuk pada kategori atau kelas, dari suatu entitas, kejadian atau hubungan. Suatu konsep adalah elemen dari proposisi seperti kata adalah elemen dari kalimat. Konsep adalah pembawa arti. Suatu konsep tunggal bisa dinyatakan dengan bahasa apa pun. Konsep bisa dinyatakan dengan ‘Hund’ dalam bahasa Jerman, ‘chien’ dalam bahasa Prancis, ‘perro’ dalam bahasa Spanyol.
Operasional adalah batasan cara kerja atau petunjuk bagi peneliti dalam mengumpulkan data yang diperlukan selama melakukan penelitian. juga dapat memberikan apakah suatu masalah dapat diteliti atau tidak, apakah suatu hipotesis memenuhi syarat dan diterima atau hipiotesis ditolak.
Kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada. Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran kreatif (kadang disebut pemikiran divergen) biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif, konsepsi sehari-hari dari kreativitas adalah tindakan membuat sesuatu yang baru.
Ciri-ciri Kreativitas
Menurut David Cambell ciri-ciri kreativitas ada tiga kategori:
1.Ciri-ciri pokok: kunci untuk melahirkan ide, gagasan, ilham, pemecahan, cara baru, penemuan.
2.Ciri-ciri yang memungkinkan: yang membuat mampu mempertahankan ide-ide kreatif, sekali sudah ditemuka tetap hidup.
3.Ciri-ciri sampingan: tidak langsung berhubungan dengan penciptaan atau menjaga agar ide-ide yang sudah ditemukan tetap hidup, tetapi kerap mempegaruhi perilaku orang-orang kreatif.
4.) Definisi konsepsional Kreatifitas.

Definisi konsep menurut Arifin Abdurachman adalah suatu pemikiran umum mengenai suatu masalah atau persoalan. Konsep adalah kata istilah yang mengungkapkan suatu abtraksi yang dibentuk dengan generalisasi dari hal-hal khusus kejadian yang diamati. Definisi konsepsional atau definisi konsep disebut juga kerangka konsepsional.
1.) Definisi konseptual kreatifitas:
Konsepsional kreatifitas adalah sesuatu yang menggambarkan adanya hubungan antara konsep yang khusus dengan konsep yang akan diteliti. Konsepsional juga digunakan untuk mendefinisikan pengertian didalam penelitian, agar tidak mengalami pembiasan dalam pengumpulan data hingga pada tahap analisis penelitian.

Definisi operasional menurut koentjaraningrat merupakan batu ujian terakhir apakah masalah dapat diselidiki atau tidak. Sehingga hal tersebut dapat menjadi sebuah demonstrasi dari suatu proses – seperti sebuah variabel, istilah atau objek – dalam hal proses tertentu atau serangkaian tes validasi yang digunakan untuk menentukan kehadiran dan kuantitas.
2.) Definisi operasional kreatifitas:
Operasional kreatifitas adalah suatu kemampuan untuk melakukan berbagai hal dalam konsep kreatifitas yang baru dan terus dikembangangkan baik dari dalam maupun dari luar. SUMBER: http://wendi-psikologikreatifitas.blogspot.com/2010/04/definisi-konsepsional-dan-definisi.html
3.) Definisi kreatifitas menurut CLARK:
 Clark berdasarkan hasil berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan otak,mengemukakan : “Kretivitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu : berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of thingking, feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark 1986).
SUMBER:  http://tyaset4.blog.com/2010/02/definisi-kreativitas/

4.) TEORI KREATIFITAS
Teori mengenai kreativitas, yang melandasi pembentukan pribadi yang kreatif.
Teori yang menjelaskan teori yang melandasi perkembangan kreativitas.
1.Teori Psikoanalisis
a.Teori Freud
b.Teori Ernest Kris
c.Teori Jung

2.Teori Humanistik
a.Teori Abraham Maslow
b.Teori Carl Rogers
c.Teori Csikzenmihalyi


Kreativitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu: berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of thingking, feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark 1986). Makna dari pengembangan kreativitas berkaitan dengan kualitas perwujudan diri, peningkatan kemampuan berpikir kreatif, kepuasan dalam menciptakan dan meningkatkan kualitas hidup.

Teori Kreativitas
Teori yang melandasi pembentukan pribadi kreatif, dan teori yang melandasi perkembangan kreativitas dapat dibedakan menjadi,

1.Teori Psikoanalisis
A.Teori Freud
Menurut beberapa pakar psikologi kemampuan kreatif merupakan ciri kepribadian yang menetapkan pada lima tahun pertama dari kehidupan. Sigmund Freud (1856-1939) adalah tokoh yang menganut pandangan ini. Ia menjelaskan proses kreatif dari mekanisme pertahanan, yang merupakan upaya tak sadar untuk menghindari kesadaran mengenai ide-ide yang tidak menyenangkan atau yang tidak diterima. Karena mekanisme pertahanan mencegah pengamatan yang cermat dari dunia, dan karena menghabiskan energi psikis, mekanisme pertahanan biasanya merintangi produktivitas kreatif. Freud percaya, bahwa meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan menghambat tindakan kreatif, mekanisme sublimasi justru merupakan penyebab utama dari kreativitas.

Kaitan antara kebutuhan seksual yang tidak disadari dan kreativitas mulai pada tahun-tahun pertama dalam kehidupan. Menurut Freud, orang hanya didorong untuk menjadi kreatif jika mereka tidak dapat memenuhi kebutuhan seksual secara langsung. Pada umur empat tahun anak mengemabangkan hasrat fisik untuk orang tua dari jenis kelamin yang berbeda. Karena kebutuhan ini tidak dapat dipenuhi, maka terjadi sublimasi dan awal dari imajinasi. Freud menjelaskan banyak karya seni sebagai sublimasi dari seniman. Sebagai contoh, banyaknya lukisan Leonardo da Vinci mengenai madonna yang dihasilkan dari kebutuhan seksual dengan tokoh yang disublimasi, karena ia kehilangan ibunya pada usia muda.

Macam Mekanisme Pertahanan adalah :
a.Represi, yaitu secara tidak sadar melupakan pengalaman yang tidak menyenangkan untuk diingat.
b.Kompensasi, yaitu berusaha mengimbangi ketidakmampuan yang dilakukan secara tidak sadar dengan menonjolkan pada hal lain.
c.Sublimasi, yaitu jika tidak mampu memenuhi dorongan seks, mengimbangi dengan kreativitas dibidang seni, misalnya menjadi pemain bola.
d.Rasionalisasi, yaitu percaya bahwa suatu kondisi yang bertentangan dengan apa yang diinginkan sesungguhnya adalah memang hal yang diinginkan, misalnya karena tidak berhasil mendapatkan tiket untuk melihat pertandingan sepak bola kemudian mengatakan bahwa sebenarnya ia tidak tertarik untuk pergi.
e.Identifikasi, yaitu ingin menjadi seperti seseorang dengan menerima standar dan nilai orang itu menjadi standar dan nilai diri sendiri.
f.Introjeksi, yaitu menerima standar dan nilai seseorang karena takut untuk tidak sependapat dengan dia.
g.Regresi, yaitu kembali ke prilaku yang sebelumnya berhasil, jika prilaku saat ini tidak berhasil, misalnya menangis ketika mendapat nilai rendah dengan harapan guru akan merubah nilainya.
h.Proyeksi, yaitu menganggap seseorang meemiliki perasaan terhadap seseorang yang sebaliknya dari perasaan sesungguhnya terhadap dia.
i.Pembentukan reaksi, yaitu pengalihan impuls yang menimbulkan kecemasan ke impuls lawannya, misalnya apabila seseorang merasa benci atau dendam pada orang lain dan kebencian itu menimbulkan kecemasan pada dirinya, maka orang tersebut akan menampilkan prilaku sayang atau kasih (cinta) utnuk menyembunyikan rasa benci tersebut.
j.Pemindahan, yaitu jika takut mengungkapkan perasaan terhadap seseorang, perasaan itu diungkapkan terhadap seseorang yang kurang kuasa, misalnya karena takut menyatakan kemarahan kepada atasan, maka marah-marah pada anak.
k.Kompartementalisasi, yaitu mempunyai dua kepercayaan yang saling bertentangan pada saat yang sama, misalnya meskipun ia sebetulnya bodoh, tetapi ia pintar berhitung (freud, S. 1963, introductory lectures on psycho-analysis dalam Utami Munandar, 1999).

B.Teori Kris
Ernest Kris (1900-1957) menekan bahwa mekanisme pertahan regresi (beralih ke prilaku sebelumnya yang akan memberi kepuasan, jika prilaku sekarang tidak berhasil atau tidak memberi kepuasan) juga sering muncul dalam tindakan kreatif.
Orang-orang yang kreatif adalah mereka yang paling mampu memanggil bahan-bahan alam pikiran tidak sadar. Sebagai orang dewasa kita tidak mengalami hambatan untuk bisa seperti anak dalam pikiran mereka. Mereka dapat mempertahankan sikap bermain dengan masalah-masalah serius dalam kehidupan. Dengan demikian, mereka mampu melihat masalah-masalah dengan cara yang segar dan inovatif untuk “regress in the service of the ego”.

C.Teori jung
Carl Jung (1875-1961) juga percaya bahwa ketidaksadaran memainkan peranan yang amat penting dalam kreativitas tingkat tinggi. Alam pikiran yang tidak disadari dibentuk oleh masa lalu pribadi. Disamping itu, ingatan kabur dari pengalaman-pengalaman seluruh umat manusia tersimpan disana. Secara tidak sadar kita “mengingat” pengalaman-pengalaman yang paling berpengaruh dari nenek moyang kita. Dari ketidaksadaran kolektif ini timbul penemuan, teori, seni, dan karya-karya baru lainnya. Proses inilah yang menyebabkan kelanjutan dari eksistensi manusia.

2.Teori Humanistik
A.Teori Maslow
Menurut Abraham Maslow (1908-1970) pendukung utama dari teori humanistik, manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata sebagai kebutuhan. Kebutuhan ini harus dipenuhi dalam urutan tertentu. Kebutuhan primitif muncul pada saat lahir, dan kebutuhan tingkat tinggi berkembang sebagai proses pematangan. Sebagai contoh, belajar memahami dan menghargai musik meningkatkan hasrat untuk belajar lebih banyak tentang musik.

Proses perwujudan diri erat berkaitan dengan kreativitas. Bebas dari neurosis, orang yang mewujudkan dirinya mampu memusatkan dirinya pada yang hakiki. Mereka dapat mencapai apa yang disebut oleh Maslow “peak experience” – saat mendapat kilasan ilham (flash of insight) yang menyebabkan kegembiraan dan rasa syukur karena hidup.

B.Teori Rogers
Menurut Carl Rogers (1902-1987) tiga kondisi dari pribadi yang kreatif ialah:
a. Keterbukaan terhadap pengalaman.
b. Kemampuan untuk menilai situasi sesuai dengan patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation).
c. Kemampuan untuk bereksperimen, untuk “bermain” dengan konsep-konsep.
Setiap orang memiliki ketiga ciri ini kesehatan psikologisnya sangat baik. Orang ini berfungsi sepenuhnya, menghasilkan karya-karya kreatif, dan hidup secara kreatif. Ketiga ciri atau kondisi tersebut juga merupakan dorongan dari dalam untuk berkreasi (internal press).
Kedua aliran tersebut dimuka –psikoanalisis dan humanistik- amat berbeda dalam penjelasan kepribadian kreatif. Keduanya mempunyai maknanya tersendiri. Penekanan teori psikoanalisis pada alam pikiran tidak sadar dan timbulnya kreativitas sebagai kompensasi dari masa anak yang sulit, dapat menjelaskan kehidupan banyak tokoh-tokoh yang produktif. Sedangkan teori humanistik lebih menekankan pada kesehatan psikologis yang memungkinkan seseorang mengatasi masalah kehidupannya. Teori ini bertitik tolak dari pandangan bahwa manusia menentukan nasibnya sendiri.
Aliran humanistik melihat kreativitas sebagai lebih sadar, kognitif, dan intensional daripada teori psiokoanalisis. Konsep humanistik ialah bahwa kreativitas dilahirkan karena dorongan untuk mencapai kemungkinan-kemungkinan yang tertinggi dalam hidup dna bukan sebagai pertahanan terhadap neurosis.

Kreativitas adalah dapat berkembang dalam suasana non-otoriter, yang memungkinkan individu untuk berpikir dan menyatakan diri secara bebas, dan di mana sumber dari pertimbangan evaluatif adalah internal (Rogers, dalam Vernon, 1982).

Carl Rogers (dalam Vernon, 1982) menegaskan bahwa satu persyaratan utama bagi berkembangannya kreativitas suatu bangsa adalah adanya kebebasan. Kebebasan untuk berpikir, menyatakan pikiran, mencipta, yang dapat kita ringkaskan pada moyangnya segala rupa kebebasan yang menjadi hak asasi manusia, yakni adanya kebebasan melakukan pilihan (freedom of choice).
Menurut pengalaman Rogers dalam psikoterapi, penciptaan kondisi keamanan dan kebebasan psikologis memungkinkan timbulnya kreatifitas yang konstruktif.
1.Keamanan Psikologis
• Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan keterbatasannya (memberi kepercayaan, yang dapat memberi efek menghayati suasana keamanan).
• Mengusahakan suasana yang ada didalamnya evaluasi eksternal tidak ada (atau sekurang-kurangnya tidak bersifat atau punya mempunyai efek mengancam)
• Memberikan pengertian secara empatis (dapat ikut menghayati) perasaan, pemikiran, tindakan serta dapat melihat sudut pandang, dan tetap menerimanya, memberi rasa aman.

2.Kebebasan Psikologis
Jika setiap orang memiliki kesempatan untuk bebas mengeksperiskan secara simbolis pikiran-pikiran atau perasaan-perasaannya, permissiveness ini memberikan pada seseorang kebebasan dalam berpikir atau merasakan sesuai dengan apa yang ada dalam dirinya. Mengekspresikan tindakan konkret perasaan-perasaannya (misalnya dengan memukul) tidak selalu dimungkinkan, karena hidup dalam masyarakat selalu ada batas-batasnya, tetapi eksperesi secara simbolis hendaknya dimungkinkan.

C.Teori Csikzenmihalyi

Dalam teori Csikzenmihalyi memberikan 5 ciri kreativitas :
a.Ciri pertama yang memudahkan tumbuhnya kreativitas adalah predisposisi genetis (genetic predisposition). Contohnya sesorang yang sistem sensorinya peka terhadap warna lebih mudah menjadi pelukis, peka terhadap nada lebih mudah menjadi pemusik.
b.Minat pada usia dini pada ranah tertentu. Minat menyebabkan seseorang terlibat sacara mendalam terhadap ranah tertentu, sehingga mencapai kemahiran dan keunggulan kreativitas.
c.Akses terhadap suatu bidang (access to a domain). Adanya sarana dan prasarana serta adanya pembina atau mentor dalam bidang yang diminat, sangat membantu pengembangan bakat.
d.Access to a field. Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan teman sejawat dan tokoh-tokoh penting dalam bidang yang digeluti, sangat penting untuk mendapat pengakuan dan penghargaan dari orang-orang penting.
e.Orang-orang yang kreatif ditandai adanya kemampuan mereka yang luar biasa untuk menyesuaikan diri terhadap hampir situasi dan untuk melakukan apa yang perlu untuk mencapai tujuannya. (Utami Munandar, 1999).

Ciri-ciri kepribadian kreatif menurut Csikzenmihalyi
Mengemukakan 10 pasang ciri-ciri kepribadiaan kreatif yang seakan-akan paradoksal tetapi saling terpadu secara dialektis.
a.Pribadi yang kreatif mempunyai kekuatan energi fisik yang memungkinkan mereka dapat berkerja selama berjam-jam dengan konsentrasi penuh, tetapi juga bisa tenang dan rileks, tergantung situasinya.
b.Pribadi yang kreatif cerdas dan cerdik tetapi pada saat yang sama mereka juga naif. Mereka tampak memiliki kebijaksanaan (wisdom) tetapi kelihatan seperti anak-anak (child like). Insight mendalam nampak bersamaan dengan ketidakmatangan emosioanal dan mental. Mampu berpikir konvergen sekaligus divergen.
c.Ciri paradoksal ketiga berkaitan dengan kombinasi sikap bermain dan disiplin.
d.Pribadi yang kreatif dapat berselang-seling antara imajinasi dan fantasi, namun tetap bertumpu pada realitas.
e.Pribadi kreatif menunjukan kecendrungan baik introversi maupun ekstroversi.
f.Orang kreatif dapat bersikap rendah diri dan bangga akan karya pada saat yang bersamaan.
g.Pribadi yang kreatif menunjukan kecenderungan androgini psikologis, yaitu mereka dapat melepaskan diri dari stereotip gender (maskulin-feminim).
h.Orang yang kreatif cenderung mandiri bahkan suka menentang, tetapi di lain pihak mereka bisa tetap tradisional dan konservatif.
i.Kebanyakan orang kreatif sangat bersemangat (passionate) bila menyangkut karya mereka, tetapi juga sangat objektif dalam penilaian karya mereka.
j.Sikap keterbukaan dan sensitivitas orang kreatif sering menderita, jika mendapat banyak kritik dan serangan, tetapi pada saat yang sama ia merasa gembira yang luarn biasa. (Utami Munandar, 1999).

Teori psikoanalisis menekan peranan alam pikiran tidak sadar dalam timbulnya kreativitas, sedangkan teori humanistik lebih merlihat kreativitas sebagai sesuatu yang dilakukan secara sadar dan intensional. Teori tentang pendorong kreativitas mengetengahkan teori Rogers tentang kondisi internal dan kondisi eksternal yang mendorong perwujudan prilaku kreatif.

Kendala psikologis terhadap prilaku kreatif merupakan kendala utama yang perlu mendapat perhatian pendidik, khususnya faktor-faktor internal seperti tidak dapat melepaskan diri dari kebiasaan, kecenderungan, untuk terlalu membatasi bidang masalahnya, ketidakmampuan untuk melihat suatu masalah dari berbagai sudut pandang, melihat apa yang diharapkan akan dilihat terpaksa pada penyelesaian yang konvensional. 

SUMBER:  http://shiraaroom.blogspot.com/2012/03/kreativitas-dan-keberbakatan-part-2.html
FOTO:  https://www.google.com/search?q=kreativitas&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ei=rZUHVbzgMJSSuQS4-oLgDA&ved=0CCgQsAQ&biw=1280&bih=624#imgdii=_&imgrc=xQUewRRujgZArM%253A%3BDRjqRIE39TGSWM%3Bhttp%253A%252F%252F2.bp.blogspot.com%252F-a6WalyeondY%252FVJGr9eMwX8I%252FAAAAAAAAA8k%252Flvp0XMz7glk%252Fs1600%252FKreatif.png%3Bhttp%253A%252F%252Fwww.dadikhardian.com%252F2014%252F12%252Ftips-menjadi-orang-kreatif.html%3B1024%3B768




TULISAN:
A.) ARTILEL PRODUK KREATIFITAS

Di Tangan Gadis Cantik Ini, Kertas dan Kain Tak Terpakai 'Disulap' Jadi Rupiah

studentpreneur - detikfinance
Selasa, 25/11/2014 10:52 WIB
Halaman 1 dari 3
Di Tangan Gadis Cantik Ini, Kertas dan Kain Tak Terpakai Disulap Jadi Rupiah
Jakarta -Valkrisda Caresti Botha adalah siswi kelas 3 SMA di salah satu sekolah swasta. Di luar kesibukannya sebagai pelajar, dia pun menjalankan bisnis kecil-kecilan yang ditekuninya sejak akhir 2012.

Selama 2 tahun ini, Valkrisda berhasil meraup jutaan rupiah dari bisnis kerajinan scrapbook atau mengolah limbah potongan kertas dan kain menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti produk album hiasan dan lainnya. Gadis yang lahir di Surabaya, 14 September 1996, menjalani bisnis yang ia namakan Syawnscrap. Syawnscrap berasal dari kata syawn yang artinya suara perempuan terbang, dan light adalah sinar, sehingga artinya perempuan yang bersinar terbang untuk mencapai cita-citanya.  "Bisnis Saya bukan cuma scrapbook, tapi ada scrapcard dan scrapframe juga. Scrapframe itu menata scrap dalam frame. Kalau scrapbook, kita buat scrap di dalam album. Sedangkan scrapcard dibuat di kartu," kata Valkrisda seperti dikutip dari studentpreneur, Selasa (25/11/2014).
Kisah awal gadis ini berbisnis kerajinan berawal dari kegemarannya yang suka memberi kado yang unik ke sahabat, seperti kado handmade.  "Menurut Saya, itu lebih berharga dan bernilai karena itu adalah jerih payah tangan saya sendiri. Setelah saya membuatkan kado handmade untuk sahabat, banyak teman yang lihat dan suka. Terus, mereka mau pesan," kenang Valkrisda. Ia mengaku awalnya tak mau membisniskan kemampuannya ini karena pertimbangan hanya sebatas hobi, namun seiring perjalanan waktu akhirnya ia memutuskan untuk terjun ke bisnis dari hobinya ini.
"Awalnya, saya menolak. Tapi lama kelamaan, saya menjadikan hal ini sebagai bisnis setelah saya sadar kalau bisa membantu orang lain yang mau memberikan sesuatu yang spesial," katanya. Keputusannya ternyata tidak salah, melalu bisnis ini ia dapat uang jajan tambahan untuk membeli keperluan, seperti buku sekolah dan seragam sekolah. Apalagi kebetulan ayahnya kini sudah berhenti bekerja. Ia mengatakan produk kerajinan tangannya harus menyesuaikan dengan tema yang diminta sama pelanggan. Bahkan dirinya bisa membantu menemukan temanya dari cerita yang disampaikan oleh calon pembeli. Valkrisda mengaku tidak 100% membeli bahan baku untuk produknya antara lain pakai bahan sisa atau mendaur ulang barang. Contohnya, ia melakukan daur ulang dari kain, atau dari barang-barang yang sudah tak terpakai di rumah seperti, bahan renda, pita, tatanan kue, kertas emas untuk ulang tahun, dan lainnya.
"Saya berpikiran untuk me-recycle barang bekas karena sangat jarang orang yang berjualan bahan scrap di Jember. Jadi, beberapa bahan harus saya rangkai sendiri. Kadang-kadang saat saya melihat barang bekas yang tidak terpakai. Saya ambil dan saya coba rangkai," katanya.
Menurutnya produk yang paling laris itu scrapframe untuk kado ulang tahun dan anniversary. "Semua Saya buat sendiri 100% tanpa bantuan orang lain. Soalnya, di rumah, nggak ada yang telaten untuk membuat handicraft," ujarnya.
Selama ini, scrap terunik yang pernah dia buat antara lain bertema hutan. Selain itu, ada tema umum seperti cinta, vintage, floral, travelling, pink.
"Customer dari Jember, karena Saya nggak menerima order ke Surabaya atau kota lain. Sebenarnya, banyak order dari Surabaya dan Sidoarjo, tapi Saya takut pecah (konsentrasi)," katanya.
Valkrisda mengatakan peluang bisnis ini sangat besar, misalnya di Jember, bisnis scrap memang masih belum booming. Ia sangat yakin peluangnya besar. Namun ia mengakui tantangan di bisnis ini cukup sulit karena bisnis ini lebih pada gaya hidup orang kota-kota besar.
"Orang-orang di Jember kurang tahu apa itu scrap. Padahal di Indonesia, bisnis scrap lagi marak-maraknya sekarang. Jadi, saya harus menjelaskan dari awal dulu," katanya.
Pengalaman di bisnis ini tak selamanya mulus, misalnya pernah terlambat membuat produk yang dipesan konsumen. Alasannya pada waktu itu, ia sedang bad mood.
"Belajar dari situ, saya perpanjang waktu pembuatan scrap-nya, jaga-jaga kalau ada sesuatu. Yang awalnya 3 hari pembuatan, sekarang jadi 5-6 hari. Lama pembuatan itu bergantung dari tema dan ukuran," terangnya.
Untuk jangka panjang dirinya akan mengembangkan bisnis scrap dari kualitas produk, dengan meningkatkan kreativitas dan memakai bahan yang lebih bervariasi, termasuk di kota lain seperti di Surabaya.
"Saya mau bikin bisnis scrap. Saya jadi bisnis scrapcard yang dipakai untuk undangan ulang tahun, pernikahan, atau pertunangan begitu. Saya juga mau membuat scrap. Saya bisa dipakai untuk momen-momen yang lebih tinggi, seperti scrapframe buat akad nikah, hadiah kelahiran bayi," katanya.
Valkrisda berpesan kepada anak-anak muda yang mau membuka usaha, jangan takut dan malu untuk berbisnis mulai dari bisnis yang kecil atau sederhana, karena dari kesederhanaan itulah kesuksesan akan muncul.
"Prinsip utama dalam bekerja atau berbisnis itu cinta. Segala sesuatunya harus didasari oleh cinta supaya apa yang kamu kerjakan dan geluti itu tetap bersih dan berkembang positif," sarannya.

SUMBER:
http://finance.detik.com/read/2014/11/25/105225/2758188/480/di-tangan-gadis-cantik-ini-kertas-dan-kain-tak-terpakai-disulap-jadi-rupiah

B.) SOAL: ANAK LAKI-LAKI MENUNJUKKAN KREATIFITAS YANG LEBIH BESAR DARI ANAK PEREMPUAN, TERUTAMA SETELAH BERLALUNYA MASA ANAK ANAK?

Ya, perdapat saya setuju dengan soal tersebut. Biasaya anak laki-laki menunjukan kreativitas yang lebih besar daripada anak perempuan. Terutama setelah berlalunya masa kanak-kanak. Hal ini disebabkan karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan kreativitasnya. Misalnya, anak laki-laki lebih ditekankan menjadi lebih mandiri dan mempunyai jiwa kepemimpinan daripada anak perempuan. Selain itu juga anak laki-laki cenderung mencari hal-hal baru dari lingkungan sekitarnya sehingga ia terkadang dapat mengembangkan hal-hal yang baru saja didapatkannya. Untuk sebagian besar hal ini disebabkan oleh perbedaan perlakuan terhadap anak laki-laki dan anak perempuan. Anak laki-laki diberi kesempatan untuk mandiri, didesak oleh teman sebaya untuk lebih mengambil resiko dan didorong oleh para orangtua dan guru untuk lebih menunjukkan inisiatif dan orisinalitas.

Jumat, 28 November 2014

BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI ACEH



Bencana Gempa dan Tsunami Aceh, 26 Desember 2004, Kisah Kelam di Ujung Tahun.



26 Desember 2004…..

Gempa bumi tektonik berkekuatan 8,5 SR berpusat di Samudra India (2,9 LU dan 95,6 BT di kedalaman 20 km (di laut berjarak sekitar 149 km selatan kota Meulaboh, Nanggroe Aceh Darussalam). Gempa itu disertai gelombang pasang (Tsunami) yang menyapu beberapa wilayah lepas pantai di Indonesia (Aceh dan Sumatera Utara), Sri Langka, India, Bangladesh, Malaysia, Maladewa dan Thailand.

Menurut Koordinator Bantuan Darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Jan Egeland, jumlah korban tewas akibat badai tsunami di 13 negara (hingga minggu 2/1) mencapai 127.672 orang. Namun jumlah korban tewas di Asia Tenggara, Asia Selatan, dan Afrika Timur yang sebenarnya tidak akan pernah bisa diketahui, diperkirakan sedikitnya 150.000 orang. PBB memperkirakan sebagian besar dari korban tewas tambahan berada di Indonesia. Pasalnya, sebagian besar bantuan kemanusiaan terhambat masuk karena masih banyak daerah yang terisolir.

Sementara itu data jumlah korban tewas di propinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara menurut Departemen Sosial RI (11/1/2005) adalah 105.262 orang. Sedangkan menurut kantor berita Reuters, jumlah korban Tsunami diperkirakan sebanyak 168.183 jiwa dengan korban paling banyak diderita Indonesia, 115.229 (per Minggu 16/1/2005). Sedangkan total luka-luka sebanyak 124.057 orang, diperkirakan 100.000 diantaranya dialami rakyat Aceh dan Sumatera Utara.

Iitulah kisah suram 5 tahun silam yang terjadi di penghujung tahun 2004 silam. Namun, seiring waktu berjalan, segala perbaikan terus berjalan. Setidaknya, begitulah yang terbaca dan terdengar di media massa.

PENYEBAB BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI:



Gempa bumi Samudra Hindia 2004 adalah gempa bumi megathrust bawah laut yang terjadi pukul 00:58:53 UTC pada hari Minggu, 26 Desember 2004, dengan episentrum di lepas pesisir barat Sumatera, Indonesia. Gempa ini dikenal di kalangan ilmuwan dengan nama Gempa bumi Sumatera–Andaman. Tsunami yang terjadi sesudahnya mendapat banyak nama, termasuk tsunami Samudra Hindia 2004, tsunami Asia Selatan, tsunami Indonesia, tsunami Natal, dan tsunami Hari Boxing.
Gempa bumi ini terjadi ketika lempeng Hindia disubduksi oleh lempeng Burma dan menghasilkan serangkaian tsunami mematikan di pesisir sebagian besar daratan yang berbatasan dengan Samudra Hindia. Gelombang tsunami yang puncak tertingginya mencapai 30 m (98 kaki) ini menewaskan lebih dari 230.000 orang di 14 negara dan menenggelamkan banyak permukiman tepi pantai. Ini merupakan salah satu bencana alam paling mematikan sepanjang sejarah. Indonesia adalah negara yang terkena dampak paling besar, diikuti Sri Lanka, India, dan Thailand.
Dengan kekuatan Mw 9,1–9,3, gempa ini merupakan yang terbesar ketiga yang pernah tercatat di seismograf dan memiliki durasi terlama sepanjang sejarah, sekitar 8,3 sampai 10 menit. Gempa tersebut mengakibatkan seluruh planet Bumi bergetar 1 sentimeter () dan menciptakan beberapa gempa lainnya sampai wilayah Alaska. Episentrumnya berada di antara Simeulue dan daratan Sumatera. Penderitaan yang dialami masyarakat dan pemerintah korban bencana membuat seluruh dunia mengirimkan bantuan kemanusiaan. Secara keseluruhan, masyarakat dunia menyumbangkan lebih dari US$14 miliar (nilai tahun 2004) untuk bantuan kemanusiaan.

 

Ciri-ciri gempa

Gempa ini awalnya tercatat berkekuatan Mw 8,8. Pada bulan Februari 2205, para ilmuwan merevisi perkiraan kekuatannya menjadi 9,0. Meskipun Pacific Tsunami Warning Center menerima revisi tersebut, United States Geological Survey masih bertahan dengan angka 9,1. Sebagian besar penelitian tahun 2006 mencantumkan kekuatan Mw 9.1–9.3. Dr. Hiroo Kanamori dari California Institute of Technology yakin bahwa Mw 9,2 adalah angka yang cocok untuk gempa sebesar ini.
Hiposentrum gempa utamanya kira-kira terletak di Samudra Hindia, 160 km (100 mil) di sebelah utara pulau Simeulue, lepas pantai barat Sumatera Utara, pada kedalaman 30 km (19 mil) di bawah permukaan laust (awalnya dilaporkan 10 km (6.2 mil)). Bagian utara megathrust Sunda patah sepanjang 1.300 km (810 mil).Gempanya (diikuti tsunami) secara bersamaan mengguncang Bangladesh, India, Malaysia, Myanmar, Thailand, Singapura, dan Maladewa. Patahan splay atau "patahan muncul" sekunder menyebabkan sebagian dasar laut yang panjang dan sempit naik dalam hitungan detik. Peristiwa tersebut segera menambah ketinggian dan kecepatan gelombang, sehingga terjadi kehancuran total di kota Lhoknga, Indonesia.










Episentrum gempa di sebelah utara Pulau Simeulue.
Indonesia terletak di antara Cincin Api Pasifik yang membentang di sepanjang pulau-pulau timur laut yang dekat dengan New Guinea dan sabuk Alpide yang membentang di sepanjang kawasan selatan dan barat dari Sumatera, Jawa, Bali, Flores, hingga Timor.
Gempa-gempa besar seperti gempa Sumatera-Andaman, yang selalu berkaitan dengan sejumlah gempa megathrust di zona subduksi, memiliki momentum seismik yang mampu mewakili sekian persen momentum gempa global dalam kurun satu abad. Dari seluruh momentum seismik yang dilepaskan semua gempa bumi dalam kurun 100 tahun dari 1906 sampai 2005, seperdelapannya diakibatkan oleh gempa Sumatera-Andaman. Gempa ini, bersama gempa bumi Jumat Baik (Alaska, 1964) dan gempa bumi besar Chili (1960), mewakili hampir separuh total momentum dunia. Gempa bumi San Francisco 1906 yang lebih kecil namun mematikan disertakan dalam diagram di bawah. Mw menandakan kekuatan atau magnitudo gempa dalam skala kekuatan Moment.
Sejak 1900, gempa yang tercatat berkekuatan lebih besar dari gempa Samudra Hindia hanya gempa bumi besar Chili 1960 (9,5) dan gempa bumi Jumat Baik 1964 di Prince William Sound (9,2). Dua gempa lain yang tercatat berkekuatan 9,0 atau lebih terjadi di lepas pantai Kamchatka, Rusia, tanggal 4 November 1952 (kekuatan 9.0) dan Tōhoku, Jepang, bulan Maret 2011 (kekuatan 9,0). Masing-masing gempa bumi megathrust ini juga menghasilkan tsunami di Samudra Hindia, namun jumlah korbannya lebih sedikit dikarenakan kepadatan penduduk yang jarang di pesisir daerah bencana, jarak yang jauh dengan pesisir padat penduduk, serta infrastruktur dan sistem peringatan canggih di negara-negara MEDC (negara yang lebih maju ekonominya) seperti Jepang.
Gempa bumi megathrust kuat lainnya terjadi tahun 1868 (Peru, Lempeng Nazca dan Lempeng Amerika Selatan); 1827 (Kolombia, Lempeng Nazca dan Lempeng Amerika Selatan); 1812 (Venezuela, Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan); dan 1700 (Amerika Utara barat, Lempeng Juan de Fuca dan Lempeng Amerika Utara). Semuanya diyakini berkekuatan lebih dari 9, namun belum ada pengukuran akurat pada masa itu.

Lempeng tektonik

Diagram pai yang membandingkan momentum seismik gempa-gempa besar sejak 1906 sampai 2005 dibandingkan dengan gempa lain pada periode yang sama. Gempa bumi megathrust tidak biasanya besar dari segi geografi dan geologi. Permukaan patahan seluas 1.600 kilometer (1,000 mil) bergeser (atau retak) sekitar 15 m (50 kaki) di sepanjang zona subduksi tempat Lempeng India meluncur (atau bersubduksi) di bawah Lempeng Burma. Pergeseran ini tidak terjadi secara instan, melainkan dalam dua tahap selama beberapa menit:
  • Data seismograf dan akustik menunjukkan bahwa tahap pertama melibatkan retakan sepanjang 400 kilometer (250 mil) dan selebar 100 kilometer (60 mil), terletak 30 kilometer (19 mil) di bawah dasar laut. Ini merupakan retakan terbesar yang pernah terbentuk oleh gempa bumi. Retakan ini bergerak dengan kecepatan 28 kilometer per detik () (10.000 km/j or 6,200 mpj) dari pesisir Aceh menuju barat laut kira-kira selama 100 detik.
  • Jeda selama 100 detik terjadi sebelum retakan belanjut ke utara sampai Kepulauan Andaman dan Nicobar. Retakan di sebelah utara bergerak lebih lambat ketimbang yang di selatan, kira-kira 21 km/s (13 mi/s) (7.500 km/j or 4,700 mph), dan berlanjut ke utara selama lima menit hingga batas lempeng. Jenis patahan di sana berubah dari subduksi menjadi datar (strike-slip; dua lempeng melewati satu sama lain dengan arah berlawanan).
Lempeng Hindia adalah bagian dari Lempeng Indo-Australia yang lebih besar. Lempeng Indo-Australia berada di dasar Samudra Hindia dan Teluk Bengal. Lempeng Hindia bergerak ke timur laut dengan kecepatan rata-rata 6 sentimeter per tahun (2.4 inci per tahun). Lempeng Hindia bertemu Lempeng Burma (dianggap bagian dari Lempeng Eurasia) di Palung Sunda. Di sini Lempeng Hindia bergerak ke bawah Lempeng Burma yang menopang Kepulauan Nicobar, Kepulauan Andaman, dan Sumatera bagian utara. Lempeng Hindia bergerak jauh ke dalam Lempeng Burma sampai peningkatan suhu dan tekanan di sana memaksa bahan volatil keluar dari lempeng subduksi. Bahan volatil tersebut naik ke lempeng di atasnya dan mengakibatkan pencairan parsial dan pembentukan magma. Magma yang naik masuk ke kerak di atasnya dan keluar dari kerak Bumi melalui gunung api dalam bentuk busur vulkanik. Aktivitas vulkanik yang terjadi ketika Lempeng Indo-Australia bersubduksi ke Lempeng Eurasia menghasilkan Busur Sunda.
Selain pergerakan antarlempeng, dasar laut juga diperkirakan naik beberapa meter. Kenaikan ini memindahkan air laut sebanyak 30 kubik kilometer (7.2 cu mi) dan menciptakan gelombang tsunami mematikan. Gelombang tersebut bukan berasal dari titik sumber sebagaimana yang ditampilkan di beberapa ilustrasi jalur tsunami. Gelombang tersebut menyebar ke luar mengikuti retakan sepanjang 1.600-kilometer (1,000 mil) (garis sumber). Peristiwa ini menambah luas wilayah geografis yang ditargetkan gelombang sampai Meksiko, Chili, dan Arktik. Kenaikan dasar laut mengurangi kapasitas Samudra Hindia dalam jumlah besar dan mengakibatkan kenaikan permukaan laut global secara permanen setinggi 01 millimetre (0.04 in).

Gempa susulan dan gempa lain


Lokasi gempa pertama dan semua gempa susulan berkekuatan lebih dari 4,0 mulai 26 Desember 2004 sampai 10 Januari 2005. Situs gempa pertama ditandai oleh bintang besar di kanan bawah.
Beberapa gempa susulan dilaporkan terjadi di lepas pantai Kepulauan Andaman, Kepulauan Nicobar, dan kawasan episentrum aslinya beberapa jam dan hari setelah bencana. Gempa bumi Sumatera 2005 berkekuatan 8,7 yang terjadi di lepas pulau Nias tidak dianggap sebagai gempa susulan meski letaknya dekat dengan episentrum. Gempa tersebut diperkirakan terjadi akibat perubahan tekanan yang berhubungan dengan gempa 2004.[19] Gempa 2004 begitu besar sampai-sampai bisa menghasilkan gempa susulannya sendiri (beberapa di antaranya sampai berkekuatan 6,1) dan saat ini merupakan gempa bumi terbesar ke-7 sejak 1900. Gempa susulan lainnya sampai berkekuatan 6,6 terus mengguncang kawasan ini setiap hari selama tiga atau empat bulan.[20] Selain gempa susulan, energi yang dilepaskan oleh gempa pertama masih terasa setelah bencana. Seminggu setelah gempa bumi, getarannya masih bisa diukur dan memberikan data ilmiah yang berharga tentang lapisan dalam Bumi.
Gempa bumi Samudra Hindia 2004 terjadi tiga hari setelah gempa berkekuatan 8,1 di wilayah tak berpenghuni subantarktik di sebelah barat Kepulauan Auckland, Selandia Baru, dan di sebelah utara Pulau Macquarie, Australia. Ini tidak lazim karena gempa berkekuatan 8 atau lebih rata-rata terjadi sekali setahun.[21] Sejumlah seismolog memperkirakan adanya hubungan antara dua gempa ini. Gempa pertama diduga merupakan katalis gempa Samudra Hindia karena kedua gempa terjadi di sisi Lempeng Indo-Australia yang berseberangan. Akan tetapi, U.S. Geological Survey tidak melihat bukti hubungan sebab akibat dalam insiden ini. Kebetulan gempa ini terjadi pas satu tahun (pukul kejadiannya juga sama) setelah gempa bumi berkekuatan 6,6 menewaskan sekitar 30.000 orang di kota Bam, Iran pada tanggal 26 Desember 2003.[7]
Beberapa ilmuwan membenarkan bahwa gempa bumi Desember telah mengaktifkan Gunung Leuser di Aceh, gunung api yang terletak di rangkaian pegunungan yang sama seperti Gunung Talang. Gempa bumi Sumatera 2005 membangkitkan aktivitas di Danau Toba, kawah gunung api kuno di Sumatera Utara. Para ahli geologi mengatakan bahwa letusan Gunung Talang bulan April 2005 ada hubungannya dengan gempa bumi Desember 2004.

Energi yang dilepaskan

Energi yang dilepaskan di permukaan Bumi (ME, artinya potensi kerusakan seismik) oleh gempa dan tsunami Samudra Hindia 2004 diperkirakan sebesar 1,1×1017 joule, atau 26 megaton TNT. Energi ini setara dengan 1.500 bom atom Hiroshima, tetapi sedikit lebih kecil daripada Tsar Bomba, senjata nuklir terbesar yang pernah diledakkan. Meski begitu, total tenaga yang dihasilkan (MW, artinya energi) oleh gempa ini adalah 4,0×1022 joule (4,0×1029 erg), sebagian besar di bawah tanah. Jumlah ini 360.000 kali lebih besar daripada ME, setara dengan 9.600 gigaton ekuivalen TNT (550 juta lebih besar daripada Hiroshima) atau 370 tahun pemakaian energi di Amerika Serikat tahun 2005 (sebesar 1.08×1020 J).
Satu-satunya gempa yang tercatat dengan MW lebih besar adalah gempa bumi Chili 1960 dan Alaska 1964 yang masing-masing berkekuatan 2.5×1023 joule (250 ZJ) dan 7.5×1022 joule (75 ZJ).[26]
Gempa bumi ini menciptakan osilasi seismik permukaan Bumi setinggi 20–30 cm (8–12 in), setara dengan dampak gaya tarik pasang oleh Matahari dan Bulan. Gelombang kejutnya terasa di seluruh permukaan Bumi. Di negara bagian Oklahoma, Amerika Serikat, tercatat gerakan vertikal setinggi 3 mm (0.12 in). Pada Februari 2005, pengaurh gempanya masih terasa dalam bentuk osilasi harmonis kompleks permukaan Bumi dengan tinggi Templat:Convert/um. Osilasi harmonis ini perlahan menghilang dan bergabung dengan osilasi bebas Bumi selama lebih dari 4 bulan pasca gempa terjadi.[27]
Karena energi yang dilepaskan sangat besar dan kedalaman retakan yang dangkal, gempa ini menghasilkan gerakan tanah seismik besar di seluruh dunia. Salah satu akibat utamanya adalah gelombang elastis Rayleigh (permukaan) raksasa yang melewati amplitudo vertikal 1 cm (0.4 in) di seluruh permukaan Bumi. Grafik rekaman di bawah memperllihatkan perpindahan vertikal permukaan Bumi yang direkam seismoeter dari IRIS/USGS Global Seismographic Network sesuai waktu (sejak awal gempa) di poros horizontal, dan perpindahan vertikal Bumi di poros vertikal (lihat patokan skala 1 cm di bawah untuk memperbandingkan). Seismogram disusun secara vertikal berdsarkan jarak dari episentrum dalam hitungan derajat. Sinyal pertama yang amplitudonya paling rendah adalah sinyal gelombang kompresional (P) yang membutuhkan sekitar 22 menit untuk mencapai sisi planet yang lain (antipode) di dekat Ekuador. Sinyal amplitudo terbesar adalah gelombang permukaan seismik yang mencapai antipode setelah sekitar 100 menit. Gelombang permukaan tampak menguat di dekat antipode (stasiun seismik terdekat berada di Ekuador) dan mengitari planet untuk kembali ke episentrumnya setelah 200 menit. Gempa susulan besar (kekuatan 7,1) tercatat di stasiun terdekat pas setelah markah 200 menit. Gempa susulan ini bisa digolongkan sebagai gempa besar jika sebelumnya tidak ada gempa, namun untuk kali ini sudah terlampaui oleh gempa pertama.

Gerakan tanah vertikal yang terekam oleh IRIS/USGS Global Seismographic Network.
Perpindahan massa dan pelepasan energi yang masif sedikit mengubah rotasi Bumi. Jumlah pastinya belum diketahui, namun model teoretis menunjukkan bahwa gempa ini memeperpendek durasi satu hari selama 2,68 mikrodetik dikarenakan berkurangnya kepepatan Bumi.[28] Gempa ini juga mengakibatkan Bumi "berguncang" sebentar di porosnya setinggi 25 cm (10 in) ke arah bujur timur 145°[29] atau mungkin Templat:Convert/or.[30] Tetapi karena efek pasang Bulan, durasi satu hari bertambah rata-rata 15 µs per tahun, jadi perubahan rotasi apapun akibat gempa akan hilang dengan cepat. Guncangan Chandler alamiah yang dialami Bumi yang biasanya mencapai 15 m (50 kaki) pada akhirnya akan membatalkan guncangan minor yang diakibatkan gempa.
Selain itu, ada perpindahan sejauh 10 m (33 kaki) secara lateral dan 4–5 m (13–16 kaki) secara vertikal di sepanjang garis patahan. Dugaan awal adalah sejumlah pulau kecil di sebelah barat daya Sumatera yang berada di Lempeng Burma (wilayah selatan berada di Lempeng Sunda) bisa jadi pindah ke barat daya sejauh 36 m (120 kaki), namun data lebih akurat yang dirilis sebulan setelah gempa menunjukkan bahwa perpindahannya sejauh 20 cm (8 in).Karena perpindahannya bersifat vertikal dan lateral, beberapa daerah pantai sudah pindah ke bawah permukaan laut. Kepulauan Andaman dan Nicobar tampaknya pindah ke barat daya sejauh 125 m (410 ft 1 in) dan tenggelam setinggi 1 m (3 ft 3 in).
Pada bulan Februari 2005, kapal Angkatan Laut Kerajaan HMS Scott menyurvei dasar laut di sekitar zona gempa bumi yang kedalamannya berkisar antara 1,000 hingga 5,000 m (Templat:Convert/fathom ft). Survei yang dilakukan menggunakan sistem sonar multipancar beresolusi tinggi ini mengungkapkan bahwa gmepa ini memberi pengaruh besar terhadap topografi dasar laut. Punggung thrust sepanjang 1.500-m-high (5,000 kaki) yang diciptakan oleh aktivitas geologi sebelumnya di sepanjang patahan ini runtuh dan menciptakan longsor selebar beberapa kilometer. Longsor semacam ini terdiri dari satu blok batuan setinggi 100 m dan sepanjang 2 km (300 ft kali 1,25 mi). Momentum air yang dipindahkan oleh pengangkatan tektonik ke atas juga menarik lapisan batu masif berbobot jutaan ton sejauh 10 km (6 mil) di dasar laut. Palung samudra selebar beberapa kilometer terbentuk di zona gempa.
Satelit TOPEX/Poseidon dan Jason-1 kebetulan lewat ketika tsunami sedang melintasi lautan. Kedua satelit ini memiliki radar yang dengan tepat mengukur ketinggian permukaan air dan berhasil mencatat anomali sebesar 50 cm (20 in). Pengukuran dari satelit terbukti bisa jadi tidak diperlukan untuk memahami gempa dan tsunami.Tidak seperti data pencatat pasang yang ditempatkan di pesisir, pengukuran yang dilakukan di tengah lautan dapat dipakai untuk menghitung parameter gempa pertama tanpa perlu mempertimbangkan cara-cara rumit karena gelombang berubah ukuran dan bentuknya ketika mendekati pesisir.

BAGAIMANA MENYIKAPI SEBUAH BENCANA ALAM?



BAYANGAN mengerikan tsunami yang menerjang Aceh, Nias, dan Sumatera Utara masih tersisa meski bencana luar biasa itu sudah enam tahun berlalu. Kisah tutur dari musibah tsunami yang datang tiba-tiba pada Minggu pagi 26 Desember 2004 itu masih hidup di kalangan masyarakat Indonesia, terutama masyarakat Aceh. Namun, pelajaran apa yang sudah diambil dari entakan tragedi yang sungguh menggemparkan itu?
Jauh sebelum gempa dan tsunami menghantam kawasan pesisir di Provinsi Aceh, masyarakat luas tak paham betul apa itu tsunami. Ketidakpahaman inilah yang membuat kita tidak siap menghadapi bencana tsunami. Akibatnya, seperti yang hampir masyarakat umum saksikan, dalam rekaman video amatir yang diambil salah seorang masyarakat Aceh saat kejadian tersebut, sebelum dan selama berlangsung tsunami, kepanikan menghinggapi masyarakat kita. Tak terlihat tanda-tanda untuk menyelamatkan diri. Padahal, gejala akan datangnya tsunami sudah tampak di depan mata. Mereka terlihat terpaku pada gempa tektonik yang menggoyang Aceh dan sekitarnya.
Mereka tidak salah, apalagi pada saat itu, memang tidak ada yang memandu atau menjelaskan apa yang sedang dan bakal terjadi. Semua mengalir begitu saja, maka ketika air laut menerjang, kita hampir tak bisa berlari melebihi kecepatan gelombang yang mematikan tersebut. Hanya sedikit yang bisa selamat dari amukan tsunami itu.
Setelah Enam tahun
Kelihatannya sebagian besar kita belum mampu secara maksimal menggunakan tragedi itu sebagai momentum penting untuk mengubah kesadaran, memperbaiki sikap, dan perilaku. Setelah berlangsung hiruk-pikuk beberapa saat, sikap dan perilaku kembali berjalan seperti biasa. Seolah-olah tidak ada hal luar biasa yang sudah terjadi. Begitu cepat lupa. Padahal, gempa dan tsunami di Aceh dan sekitarnya tergolong luar biasa, yang menghentakkan semua penduduk di Nanggroe Aceh, Kepulauan Nias, dan sebagian negara tetangga
Bencana itu tidak hanya meminta sekitar 200.000 korban jiwa. Kerugian harta benda pun tidak sedikit. Trauma yang ditimbulkan sangat mendalam. Segera kelihatan pula bagaimana kemampuan manajemen kita dalam menghadapi bencana tsunami di Aceh dan sekitarnya. Manajemen krisis sangat lemah bahkan kedodoran. Koordinasi dan efektivitas organisasi dalam mengatasi dampak bencana kurang bekerja optimal dan cenderung tertatih-tatih.
Harusnya, pengalaman pahit di Aceh dapat dijadikan bahan pelajaran penting dalam meningkatkan kemampuan mengelola krisis. Kenyataan ini benar-benar merisaukan, lebih-lebih kalau melihat posisi Indonesia yang sangat rawan terhadap pelbagai bencana alam. Indonesia tidak hanya berada di atas cincin api, tetapi juga memiliki banyak gunung api dan berada di atas daerah patahan Asia-Australia.
Hampir tak terelakkkan Indonesia akan terus-menerus berada di bawah ancaman gempa tektonik oleh pergeseran lempeng Asia-Australia. Juga terancam gempa vulkanik oleh kegiatan gunung api. Dengan memerhatikan ancaman itu, mau tidak mau perlu diperhatikan konstruksi bangunan yang tahan gempa, yang harus disosialisasikan. Tidak kalah pentingnya simulasi penyelamatan diri jika terjadi gempa yang umumnya datang tiba-tiba. Antisipasi sangat penting untuk mengurangi dampak bencana. Walau, sampai sekarang terkesan sangat minim upaya antisipasi. Kita bahkan merasakan miris, mendengar alat-alat peringatan dini tsunami dilaporkan kurang dirawat, bahkan sebagian besar hilang dari perairan Indonesia.
Mitigasi
26 Desember kemarin, peristiwa dahsyat itu, memang itu sudah enam tahun berlalu, tetapi ingatan terhadap bencana hebat itu masih kuat terpatri, melahirkan perasaan tercekam, haru, sekaligus juga kesadaran baru terhadap alam, khususnya alam Indonesia yang berada di kawasan Cincin Api Dunia.
Dalam perspektif keilmuan, pemahaman masyarakat luas terhadap masalah gempa semakin meningkat. Apresiasi terhadap ilmu kegempaan, geologi, dan seismologi juga meningkat. Pelampung detektor tsunami juga telah dipasang di sejumlah laut. Mitigasi (upaya untuk meminimalkan dampak bencana) pun, meski belum luas dan sering, sudah mulai dilakukan. Kini, ketika mengenang enam tahun gempa Aceh, kita diingatkan lagi akan kemungkinan terjadinya gempa besar di Tanah Air.
Di Aceh, kini tak hanya tersisa sekadar cerita sedih. Namun, menjelang peringatan enam tahun gempa dan tsunami Aceh akhir Desember ini, pelbagai informasi dan pengetahuan mengenai bencana alam, khususnya gempa dan tsunami, telah banyak disampaikan ke tengah masyarakat, seperti PIBA (Pusat Informasi dan Bencana Aceh), DIBA (Data dan Informasi Bencana Aceh), ATDR (Aceh Tsunami Digital Repository), serta DRMIS (Disaster Risk Management Information System), yang kesemuanya bisa dijadikan masyarakat dan pemangku kebijakan untuk menambah pemahaman pengetahuan tentang kebencanaan, juga membantu pemerintah daerah untuk mensosialisasikan pentingnya Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di Aceh, bahkan di seluruh nusantara
Dengan tingkat pengetahuan dan kesadaran yang meningkat, masyarakat Indonesia semestinya dapat mempersiapkan diri lebih baik dalam menghadapi bencana alam yang datang sewaktu-waktu. Kalau dalam penanganan gempa kemarin masih diungkapkan kelemahan manajemen penanganan bencana, ini pun termasuk hal yang harus menjadi perhatian.
Selebihnya, kearifan yang diharapkan bisa terus dikembangkan adalah kemampuan beradaptasi hidup di kawasan bencana dan melakukan mitigasi atau berlatih untuk menghadapinya. Dalam berbagai kesempatan dikemukakan bahwa salah satu wujud adaptasi adalah mengkaji ulang bangunan, apakah konstruksinya sudah cukup memadai untuk menghadapi gempa. Selain bangunan, wujud adaptasi adalah memasang perlengkapan pemantau yang memadai. Mengingat Indonesia perlu banyak peralatan pemantau tsunami (mulai dari pelampung di laut, satelit pemancar ulang, hingga stasiun pemberi peringatan darat), di sini kita pun perlu membangun kemampuan sendiri.
Salah satu komitmen adaptasi lainnya, mestinya pemerintah terus memberikan beasiswa bagi orang muda yang terpanggil untuk mendalami ilmu geologi dan seismologi mengingat selama ini minat untuk mempelajari ilmu-ilmu ini masih terbatas dan jumlah ilmuwan ahli gempa juga masih sedikit.
Dengan sudut pandang ini, mengenang enam tahun gempa dan tsunami Aceh, disertai harapan Indonesia dalam kesiapan lebih baik manakala harus menghadapi bencana yang tak pernah diketahui kapan datangnya, apakah itu di pantai barat Sumatera atau di tempat lain. Dari sini pula akan tecermin, seberapa sungguh-sungguh kita menjadi bangsa terpelajar.


Tips Menghadapi Bencana Tsunami

  1. Tetaplah tenang, jangan panik, ingatlah dan berdoalah kepada Tuhan.
  2. Jangan menjadi gelombang tsunami sebagai tontonan. Apabila gelombang tsunami dapat dilihat berarti kita berada di kawasan yang berbahaya.
  3. Usahakan menjauhi arus listrik supaya terhindar dari sengatan listrik
  4. Berlarilah menuju tempat yang lebih tinggi, misalnya menuju bangunan gedung lantai yang paling tinggi atau bukit
  5. Jika sedang berada dalam kendaraan dan tidak memungkinkan berlari, segeralah keluar dan menuju tempat yang lebih tinggi, seperti bukit.
  6. Dekatilah benda yang mudah mengapung dalam air, seperti bambu kering, papan kayu, ban mobil, atau pohon pisang yang sudah dipotong. Jika kalian terseret air, benda tersebut bisa digunakan sehingga tetap berada di atas air.
  7. Sesudah banjir surut dan keadaan tenang, tariklah napas pelan-pelan, lalu keluarkan. Kemudian bersyukurlah dengan memuji nama Tuhan.
  8. Segera menuju tempat penanganan bencana atau penampungan atau tempat evakuasi yang telah ditentukan.
Mungkin hanya 8 yang dapat saya sampaikan untuk Tips Menghadapi Bencana Tsunami, Nah kali ini saya juga akan memberikan hal-hal yang sebaiknya dilakukan setelah tsunami.

Hal yang sebaiknya dilakukan setelah tsunami

  • Ketika kembali ke rumah, jangan lupa untuk memeriksa semua kerabat dan pastikan mereka lengkap.
  • Jangan memasuki wilayah yang rusak, kecuali setelah dinyatakan aman.
  • Hindari instalasi listrik.
  • Datangi posko bencana untuk mendapatkan informasi. Lalu jalinlah komunikasi dan kerja sama dengan warga sekitar.
  • Bersiaplah untuk kembali ke kehidupan yang normal
 
Bencana merupakan salah satu ujian dan cobaan dari Tuhan, agar kita selalu merasa bersyukur terhadap apa yang Tuhan berikan. Dalam bencana banyak sekali hal dan hikmah yang dapat kita ambil, bahwa semua yang ada di Dunia ini akan kembali pada Tuhan sepenuhnya karena semua ini adalah milik Tuhan. Sikap sabar dan ikhlas merupakan kunci dari kehidupan. Dunia ini hanya sementara, masih ada dunia akhirat yang lebih kekal. Kita harus selalu berjuang untuk berbuat kebaikan di dunia, sikap merasa cukup juga menjadi kunci utama.
Sumber Data: 
http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi_dan_tsunami_Samudra_Hindia_2004
http://www.tdmrc.org/id/belajar-dari-tsunami-aceh.jsp
http://coretan-arul.blogspot.com/2013/10/tips-menghadapi-bencana-tsunami.html