TUGAS PERTAMA:
Definisi
Konsepsional dan Definisi Opersional kreatifitas
Konsep adalah
abstrak, entitas mental yang universal yang menunjuk pada kategori atau kelas,
dari suatu entitas, kejadian atau hubungan. Suatu konsep adalah elemen dari
proposisi seperti kata adalah elemen dari kalimat. Konsep adalah pembawa arti.
Suatu konsep tunggal bisa dinyatakan dengan bahasa apa pun. Konsep bisa
dinyatakan dengan ‘Hund’ dalam bahasa Jerman, ‘chien’ dalam bahasa Prancis, ‘perro’
dalam bahasa Spanyol.
Operasional
adalah batasan cara kerja atau petunjuk bagi peneliti dalam mengumpulkan data
yang diperlukan selama melakukan penelitian. juga dapat memberikan apakah suatu
masalah dapat diteliti atau tidak, apakah suatu hipotesis memenuhi syarat dan
diterima atau hipiotesis ditolak.
Kreativitas
adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru, atau
hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada. Dari sudut pandang
keilmuan, hasil dari pemikiran kreatif (kadang disebut pemikiran divergen)
biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif,
konsepsi sehari-hari dari kreativitas adalah tindakan membuat sesuatu yang
baru.
Ciri-ciri Kreativitas
Menurut David Cambell ciri-ciri kreativitas ada tiga kategori:
1.Ciri-ciri pokok: kunci untuk melahirkan ide, gagasan, ilham, pemecahan, cara
baru, penemuan.
2.Ciri-ciri yang memungkinkan: yang membuat mampu mempertahankan ide-ide
kreatif, sekali sudah ditemuka tetap hidup.
3.Ciri-ciri sampingan: tidak langsung berhubungan dengan penciptaan atau
menjaga agar ide-ide yang sudah ditemukan tetap hidup, tetapi kerap mempegaruhi
perilaku orang-orang kreatif.
4.) Definisi konsepsional Kreatifitas.
Definisi konsep menurut Arifin
Abdurachman adalah suatu pemikiran umum mengenai suatu masalah atau persoalan.
Konsep adalah kata istilah yang mengungkapkan suatu abtraksi yang dibentuk
dengan generalisasi dari hal-hal khusus kejadian yang diamati. Definisi
konsepsional atau definisi konsep disebut juga kerangka konsepsional.
1.) Definisi konseptual kreatifitas:
Konsepsional kreatifitas adalah sesuatu yang menggambarkan
adanya hubungan antara konsep yang khusus dengan konsep yang akan diteliti.
Konsepsional juga digunakan untuk mendefinisikan pengertian didalam penelitian,
agar tidak mengalami pembiasan dalam pengumpulan data hingga pada tahap
analisis penelitian.
Definisi operasional menurut
koentjaraningrat merupakan batu ujian terakhir apakah masalah dapat diselidiki
atau tidak. Sehingga hal tersebut dapat menjadi sebuah demonstrasi dari suatu
proses – seperti sebuah variabel, istilah atau objek – dalam hal proses
tertentu atau serangkaian tes validasi yang digunakan untuk menentukan
kehadiran dan kuantitas.
2.) Definisi operasional kreatifitas:
Operasional kreatifitas adalah suatu kemampuan untuk
melakukan berbagai hal dalam konsep kreatifitas yang baru dan terus
dikembangangkan baik dari dalam maupun dari luar. SUMBER: http://wendi-psikologikreatifitas.blogspot.com/2010/04/definisi-konsepsional-dan-definisi.html
3.) Definisi kreatifitas menurut CLARK:
Clark berdasarkan hasil berbagai penelitian tentang spesialisasi belahan
otak,mengemukakan : “Kretivitas merupakan ekspresi tertinggi
keterbakatan dan sifatnya terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua
fungsi dasar manusia yaitu : berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi
(
basic function of thingking, feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark 1986).
SUMBER: http://tyaset4.blog.com/2010/02/definisi-kreativitas/
4.) TEORI KREATIFITAS

Teori mengenai kreativitas, yang melandasi pembentukan pribadi yang kreatif.
Teori yang menjelaskan teori yang melandasi perkembangan kreativitas.
1.Teori Psikoanalisis
a.Teori Freud
b.Teori Ernest Kris
c.Teori Jung
2.Teori Humanistik
a.Teori Abraham Maslow
b.Teori Carl Rogers
c.Teori Csikzenmihalyi
Kreativitas merupakan ekspresi tertinggi keterbakatan dan sifatnya
terintegrasikan, yaitu sintesa dari semua fungsi dasar manusia yaitu:
berfikir, merasa, menginderakan dan intuisi (basic function of
thingking, feelings, sensing and intuiting)” (Jung 1961, Clark 1986).
Makna dari pengembangan kreativitas berkaitan dengan kualitas perwujudan
diri, peningkatan kemampuan berpikir kreatif, kepuasan dalam
menciptakan dan meningkatkan kualitas hidup.
Teori Kreativitas
Teori yang melandasi pembentukan pribadi kreatif, dan teori yang melandasi perkembangan kreativitas dapat dibedakan menjadi,
1.Teori Psikoanalisis
A.Teori Freud
Menurut beberapa pakar psikologi kemampuan kreatif merupakan ciri
kepribadian yang menetapkan pada lima tahun pertama dari kehidupan.
Sigmund Freud (1856-1939) adalah tokoh yang menganut pandangan ini. Ia
menjelaskan proses kreatif dari mekanisme pertahanan, yang merupakan
upaya tak sadar untuk menghindari kesadaran mengenai ide-ide yang tidak
menyenangkan atau yang tidak diterima. Karena mekanisme pertahanan
mencegah pengamatan yang cermat dari dunia, dan karena menghabiskan
energi psikis, mekanisme pertahanan biasanya merintangi produktivitas
kreatif. Freud percaya, bahwa meskipun kebanyakan mekanisme pertahanan
menghambat tindakan kreatif, mekanisme sublimasi justru merupakan
penyebab utama dari kreativitas.
Kaitan antara kebutuhan seksual yang tidak disadari dan kreativitas
mulai pada tahun-tahun pertama dalam kehidupan. Menurut Freud, orang
hanya didorong untuk menjadi kreatif jika mereka tidak dapat memenuhi
kebutuhan seksual secara langsung. Pada umur empat tahun anak
mengemabangkan hasrat fisik untuk orang tua dari jenis kelamin yang
berbeda. Karena kebutuhan ini tidak dapat dipenuhi, maka terjadi
sublimasi dan awal dari imajinasi. Freud menjelaskan banyak karya seni
sebagai sublimasi dari seniman. Sebagai contoh, banyaknya lukisan
Leonardo da Vinci mengenai madonna yang dihasilkan dari kebutuhan
seksual dengan tokoh yang disublimasi, karena ia kehilangan ibunya pada
usia muda.
Macam Mekanisme Pertahanan adalah :
a.Represi, yaitu secara tidak sadar melupakan pengalaman yang tidak menyenangkan untuk diingat.
b.Kompensasi, yaitu berusaha mengimbangi ketidakmampuan yang dilakukan secara tidak sadar dengan menonjolkan pada hal lain.
c.Sublimasi, yaitu jika tidak mampu memenuhi dorongan seks, mengimbangi
dengan kreativitas dibidang seni, misalnya menjadi pemain bola.
d.Rasionalisasi, yaitu percaya bahwa suatu kondisi yang bertentangan
dengan apa yang diinginkan sesungguhnya adalah memang hal yang
diinginkan, misalnya karena tidak berhasil mendapatkan tiket untuk
melihat pertandingan sepak bola kemudian mengatakan bahwa sebenarnya ia
tidak tertarik untuk pergi.
e.Identifikasi, yaitu ingin menjadi seperti seseorang dengan menerima
standar dan nilai orang itu menjadi standar dan nilai diri sendiri.
f.Introjeksi, yaitu menerima standar dan nilai seseorang karena takut untuk tidak sependapat dengan dia.
g.Regresi, yaitu kembali ke prilaku yang sebelumnya berhasil, jika
prilaku saat ini tidak berhasil, misalnya menangis ketika mendapat nilai
rendah dengan harapan guru akan merubah nilainya.
h.Proyeksi, yaitu menganggap seseorang meemiliki perasaan terhadap
seseorang yang sebaliknya dari perasaan sesungguhnya terhadap dia.
i.Pembentukan reaksi, yaitu pengalihan impuls yang menimbulkan kecemasan
ke impuls lawannya, misalnya apabila seseorang merasa benci atau dendam
pada orang lain dan kebencian itu menimbulkan kecemasan pada dirinya,
maka orang tersebut akan menampilkan prilaku sayang atau kasih (cinta)
utnuk menyembunyikan rasa benci tersebut.
j.Pemindahan, yaitu jika takut mengungkapkan perasaan terhadap
seseorang, perasaan itu diungkapkan terhadap seseorang yang kurang
kuasa, misalnya karena takut menyatakan kemarahan kepada atasan, maka
marah-marah pada anak.
k.Kompartementalisasi, yaitu mempunyai dua kepercayaan yang saling
bertentangan pada saat yang sama, misalnya meskipun ia sebetulnya bodoh,
tetapi ia pintar berhitung (freud, S. 1963, introductory lectures on
psycho-analysis dalam Utami Munandar, 1999).
B.Teori Kris
Ernest Kris (1900-1957) menekan bahwa mekanisme pertahan regresi
(beralih ke prilaku sebelumnya yang akan memberi kepuasan, jika prilaku
sekarang tidak berhasil atau tidak memberi kepuasan) juga sering muncul
dalam tindakan kreatif.
Orang-orang yang kreatif adalah mereka yang paling mampu memanggil
bahan-bahan alam pikiran tidak sadar. Sebagai orang dewasa kita tidak
mengalami hambatan untuk bisa seperti anak dalam pikiran mereka. Mereka
dapat mempertahankan sikap bermain dengan masalah-masalah serius dalam
kehidupan. Dengan demikian, mereka mampu melihat masalah-masalah dengan
cara yang segar dan inovatif untuk “regress in the service of the ego”.
C.Teori jung
Carl Jung (1875-1961) juga percaya bahwa ketidaksadaran memainkan
peranan yang amat penting dalam kreativitas tingkat tinggi. Alam pikiran
yang tidak disadari dibentuk oleh masa lalu pribadi. Disamping itu,
ingatan kabur dari pengalaman-pengalaman seluruh umat manusia tersimpan
disana. Secara tidak sadar kita “mengingat” pengalaman-pengalaman yang
paling berpengaruh dari nenek moyang kita. Dari ketidaksadaran kolektif
ini timbul penemuan, teori, seni, dan karya-karya baru lainnya. Proses
inilah yang menyebabkan kelanjutan dari eksistensi manusia.
2.Teori Humanistik
A.Teori Maslow
Menurut Abraham Maslow (1908-1970) pendukung utama dari teori
humanistik, manusia mempunyai naluri-naluri dasar yang menjadi nyata
sebagai kebutuhan. Kebutuhan ini harus dipenuhi dalam urutan tertentu.
Kebutuhan primitif muncul pada saat lahir, dan kebutuhan tingkat tinggi
berkembang sebagai proses pematangan. Sebagai contoh, belajar memahami
dan menghargai musik meningkatkan hasrat untuk belajar lebih banyak
tentang musik.
Proses perwujudan diri erat berkaitan dengan kreativitas. Bebas dari
neurosis, orang yang mewujudkan dirinya mampu memusatkan dirinya pada
yang hakiki. Mereka dapat mencapai apa yang disebut oleh Maslow “peak
experience” – saat mendapat kilasan ilham (flash of insight) yang
menyebabkan kegembiraan dan rasa syukur karena hidup.
B.Teori Rogers
Menurut Carl Rogers (1902-1987) tiga kondisi dari pribadi yang kreatif ialah:
a. Keterbukaan terhadap pengalaman.
b. Kemampuan untuk menilai situasi sesuai dengan patokan pribadi seseorang (internal locus of evaluation).
c. Kemampuan untuk bereksperimen, untuk “bermain” dengan konsep-konsep.
Setiap orang memiliki ketiga ciri ini kesehatan psikologisnya sangat
baik. Orang ini berfungsi sepenuhnya, menghasilkan karya-karya kreatif,
dan hidup secara kreatif. Ketiga ciri atau kondisi tersebut juga
merupakan dorongan dari dalam untuk berkreasi (internal press).
Kedua aliran tersebut dimuka –psikoanalisis dan humanistik- amat berbeda
dalam penjelasan kepribadian kreatif. Keduanya mempunyai maknanya
tersendiri. Penekanan teori psikoanalisis pada alam pikiran tidak sadar
dan timbulnya kreativitas sebagai kompensasi dari masa anak yang sulit,
dapat menjelaskan kehidupan banyak tokoh-tokoh yang produktif. Sedangkan
teori humanistik lebih menekankan pada kesehatan psikologis yang
memungkinkan seseorang mengatasi masalah kehidupannya. Teori ini
bertitik tolak dari pandangan bahwa manusia menentukan nasibnya sendiri.
Aliran humanistik melihat kreativitas sebagai lebih sadar, kognitif, dan
intensional daripada teori psiokoanalisis. Konsep humanistik ialah
bahwa kreativitas dilahirkan karena dorongan untuk mencapai
kemungkinan-kemungkinan yang tertinggi dalam hidup dna bukan sebagai
pertahanan terhadap neurosis.
Kreativitas adalah dapat berkembang dalam suasana non-otoriter, yang
memungkinkan individu untuk berpikir dan menyatakan diri secara bebas,
dan di mana sumber dari pertimbangan evaluatif adalah internal (Rogers,
dalam Vernon, 1982).
Carl Rogers (dalam Vernon, 1982) menegaskan bahwa satu persyaratan utama
bagi berkembangannya kreativitas suatu bangsa adalah adanya kebebasan.
Kebebasan untuk berpikir, menyatakan pikiran, mencipta, yang dapat kita
ringkaskan pada moyangnya segala rupa kebebasan yang menjadi hak asasi
manusia, yakni adanya kebebasan melakukan pilihan (freedom of choice).
Menurut pengalaman Rogers dalam psikoterapi, penciptaan kondisi keamanan
dan kebebasan psikologis memungkinkan timbulnya kreatifitas yang
konstruktif.
1.Keamanan Psikologis
• Menerima individu sebagaimana adanya dengan segala kelebihan dan
keterbatasannya (memberi kepercayaan, yang dapat memberi efek menghayati
suasana keamanan).
• Mengusahakan suasana yang ada didalamnya evaluasi eksternal tidak ada
(atau sekurang-kurangnya tidak bersifat atau punya mempunyai efek
mengancam)
• Memberikan pengertian secara empatis (dapat ikut menghayati) perasaan,
pemikiran, tindakan serta dapat melihat sudut pandang, dan tetap
menerimanya, memberi rasa aman.
2.Kebebasan Psikologis
Jika setiap orang memiliki kesempatan untuk bebas mengeksperiskan secara
simbolis pikiran-pikiran atau perasaan-perasaannya, permissiveness ini
memberikan pada seseorang kebebasan dalam berpikir atau merasakan
sesuai dengan apa yang ada dalam dirinya. Mengekspresikan tindakan
konkret perasaan-perasaannya (misalnya dengan memukul) tidak selalu
dimungkinkan, karena hidup dalam masyarakat selalu ada batas-batasnya,
tetapi eksperesi secara simbolis hendaknya dimungkinkan.
C.Teori Csikzenmihalyi
Dalam teori Csikzenmihalyi memberikan 5 ciri kreativitas :
a.Ciri pertama yang memudahkan tumbuhnya kreativitas adalah predisposisi
genetis (genetic predisposition). Contohnya sesorang yang sistem
sensorinya peka terhadap warna lebih mudah menjadi pelukis, peka
terhadap nada lebih mudah menjadi pemusik.
b.Minat pada usia dini pada ranah tertentu. Minat menyebabkan seseorang
terlibat sacara mendalam terhadap ranah tertentu, sehingga mencapai
kemahiran dan keunggulan kreativitas.
c.Akses terhadap suatu bidang (access to a domain). Adanya sarana dan
prasarana serta adanya pembina atau mentor dalam bidang yang diminat,
sangat membantu pengembangan bakat.
d.Access to a field. Kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan
teman sejawat dan tokoh-tokoh penting dalam bidang yang digeluti, sangat
penting untuk mendapat pengakuan dan penghargaan dari orang-orang
penting.
e.Orang-orang yang kreatif ditandai adanya kemampuan mereka yang luar
biasa untuk menyesuaikan diri terhadap hampir situasi dan untuk
melakukan apa yang perlu untuk mencapai tujuannya. (Utami Munandar,
1999).
Ciri-ciri kepribadian kreatif menurut Csikzenmihalyi
Mengemukakan 10 pasang ciri-ciri kepribadiaan kreatif yang seakan-akan paradoksal tetapi saling terpadu secara dialektis.
a.Pribadi yang kreatif mempunyai kekuatan energi fisik yang memungkinkan
mereka dapat berkerja selama berjam-jam dengan konsentrasi penuh,
tetapi juga bisa tenang dan rileks, tergantung situasinya.
b.Pribadi yang kreatif cerdas dan cerdik tetapi pada saat yang sama
mereka juga naif. Mereka tampak memiliki kebijaksanaan (wisdom) tetapi
kelihatan seperti anak-anak (child like). Insight mendalam nampak
bersamaan dengan ketidakmatangan emosioanal dan mental. Mampu berpikir
konvergen sekaligus divergen.
c.Ciri paradoksal ketiga berkaitan dengan kombinasi sikap bermain dan disiplin.
d.Pribadi yang kreatif dapat berselang-seling antara imajinasi dan fantasi, namun tetap bertumpu pada realitas.
e.Pribadi kreatif menunjukan kecendrungan baik introversi maupun ekstroversi.
f.Orang kreatif dapat bersikap rendah diri dan bangga akan karya pada saat yang bersamaan.
g.Pribadi yang kreatif menunjukan kecenderungan androgini psikologis,
yaitu mereka dapat melepaskan diri dari stereotip gender
(maskulin-feminim).
h.Orang yang kreatif cenderung mandiri bahkan suka menentang, tetapi di
lain pihak mereka bisa tetap tradisional dan konservatif.
i.Kebanyakan orang kreatif sangat bersemangat (passionate) bila
menyangkut karya mereka, tetapi juga sangat objektif dalam penilaian
karya mereka.
j.Sikap keterbukaan dan sensitivitas orang kreatif sering menderita,
jika mendapat banyak kritik dan serangan, tetapi pada saat yang sama ia
merasa gembira yang luarn biasa. (Utami Munandar, 1999).
Teori psikoanalisis menekan peranan alam pikiran tidak sadar dalam
timbulnya kreativitas, sedangkan teori humanistik lebih merlihat
kreativitas sebagai sesuatu yang dilakukan secara sadar dan intensional.
Teori tentang pendorong kreativitas mengetengahkan teori Rogers tentang
kondisi internal dan kondisi eksternal yang mendorong perwujudan
prilaku kreatif.
Kendala psikologis terhadap prilaku kreatif merupakan kendala utama yang
perlu mendapat perhatian pendidik, khususnya faktor-faktor internal
seperti tidak dapat melepaskan diri dari kebiasaan, kecenderungan, untuk
terlalu membatasi bidang masalahnya, ketidakmampuan untuk melihat suatu
masalah dari berbagai sudut pandang, melihat apa yang diharapkan akan
dilihat terpaksa pada penyelesaian yang konvensional.
SUMBER: http://shiraaroom.blogspot.com/2012/03/kreativitas-dan-keberbakatan-part-2.html
FOTO: https://www.google.com/search?q=kreativitas&tbm=isch&tbo=u&source=univ&sa=X&ei=rZUHVbzgMJSSuQS4-oLgDA&ved=0CCgQsAQ&biw=1280&bih=624#imgdii=_&imgrc=xQUewRRujgZArM%253A%3BDRjqRIE39TGSWM%3Bhttp%253A%252F%252F2.bp.blogspot.com%252F-a6WalyeondY%252FVJGr9eMwX8I%252FAAAAAAAAA8k%252Flvp0XMz7glk%252Fs1600%252FKreatif.png%3Bhttp%253A%252F%252Fwww.dadikhardian.com%252F2014%252F12%252Ftips-menjadi-orang-kreatif.html%3B1024%3B768
TULISAN:
A.) ARTILEL PRODUK KREATIFITAS
Di Tangan Gadis Cantik Ini, Kertas dan Kain Tak Terpakai 'Disulap' Jadi Rupiah
studentpreneur - detikfinance
Selasa, 25/11/2014 10:52 WIB
Halaman 1 dari 3
Jakarta -Valkrisda Caresti Botha adalah siswi
kelas 3 SMA di salah satu sekolah swasta. Di luar kesibukannya sebagai
pelajar, dia pun menjalankan bisnis kecil-kecilan yang ditekuninya sejak
akhir 2012.
Selama 2 tahun ini, Valkrisda berhasil meraup jutaan rupiah dari bisnis kerajinan
scrapbook atau mengolah limbah potongan kertas dan kain menjadi produk bernilai tambah tinggi seperti produk album hiasan dan lainnya. Gadis
yang lahir di Surabaya, 14 September 1996, menjalani bisnis yang ia
namakan Syawnscrap. Syawnscrap berasal dari kata syawn yang artinya
suara perempuan terbang, dan light adalah sinar, sehingga artinya
perempuan yang bersinar terbang untuk mencapai cita-citanya. "Bisnis Saya bukan cuma
scrapbook, tapi ada
scrapcard dan
scrapframe juga.
Scrapframe itu menata
scrap dalam
frame. Kalau
scrapbook, kita buat
scrap di dalam album. Sedangkan
scrapcard dibuat di kartu," kata Valkrisda seperti dikutip dari studentpreneur, Selasa (25/11/2014).
Kisah awal gadis ini berbisnis kerajinan berawal dari kegemarannya yang suka memberi kado yang unik ke sahabat, seperti kado
handmade. "Menurut Saya, itu lebih berharga dan bernilai karena itu adalah jerih payah tangan saya sendiri. Setelah saya membuatkan kado
handmade untuk sahabat, banyak teman yang lihat dan suka. Terus, mereka mau pesan," kenang Valkrisda. Ia
mengaku awalnya tak mau membisniskan kemampuannya ini karena
pertimbangan hanya sebatas hobi, namun seiring perjalanan waktu akhirnya
ia memutuskan untuk terjun ke bisnis dari hobinya ini.
"Awalnya, saya menolak. Tapi lama kelamaan, saya menjadikan hal ini
sebagai bisnis setelah saya sadar kalau bisa membantu orang lain yang
mau memberikan sesuatu yang spesial," katanya. Keputusannya
ternyata tidak salah, melalu bisnis ini ia dapat uang jajan tambahan
untuk membeli keperluan, seperti buku sekolah dan seragam sekolah.
Apalagi kebetulan ayahnya kini sudah berhenti bekerja. Ia
mengatakan produk kerajinan tangannya harus menyesuaikan dengan tema
yang diminta sama pelanggan. Bahkan dirinya bisa membantu menemukan
temanya dari cerita yang disampaikan oleh calon pembeli. Valkrisda
mengaku tidak 100% membeli bahan baku untuk produknya antara lain pakai
bahan sisa atau mendaur ulang barang. Contohnya, ia melakukan daur
ulang dari kain, atau dari barang-barang yang sudah tak terpakai di
rumah seperti, bahan renda, pita, tatanan kue, kertas emas untuk ulang
tahun, dan lainnya.
"Saya berpikiran untuk me-
recycle barang bekas karena sangat jarang orang yang berjualan bahan
scrap
di Jember. Jadi, beberapa bahan harus saya rangkai sendiri.
Kadang-kadang saat saya melihat barang bekas yang tidak terpakai. Saya
ambil dan saya coba rangkai," katanya.
Menurutnya produk yang paling laris itu
scrapframe untuk kado ulang tahun dan
anniversary. "Semua Saya buat sendiri 100% tanpa bantuan orang lain. Soalnya, di rumah, nggak ada yang telaten untuk membuat
handicraft," ujarnya.
Selama ini,
scrap terunik yang pernah dia buat antara lain bertema hutan. Selain itu, ada tema umum seperti cinta,
vintage, floral, travelling, pink.
"
Customer dari Jember, karena Saya nggak menerima order ke
Surabaya atau kota lain. Sebenarnya, banyak order dari Surabaya dan
Sidoarjo, tapi Saya takut pecah (konsentrasi)," katanya.
Valkrisda mengatakan peluang bisnis ini sangat besar, misalnya di Jember, bisnis
scrap memang masih belum
booming.
Ia sangat yakin peluangnya besar. Namun ia mengakui tantangan di bisnis
ini cukup sulit karena bisnis ini lebih pada gaya hidup orang kota-kota
besar.
"Orang-orang di Jember kurang tahu apa itu
scrap. Padahal di Indonesia, bisnis
scrap lagi marak-maraknya sekarang. Jadi, saya harus menjelaskan dari awal dulu," katanya.
Pengalaman
di bisnis ini tak selamanya mulus, misalnya pernah terlambat membuat
produk yang dipesan konsumen. Alasannya pada waktu itu, ia sedang
bad mood.
"Belajar dari situ, saya perpanjang waktu pembuatan
scrap-nya,
jaga-jaga kalau ada sesuatu. Yang awalnya 3 hari pembuatan, sekarang
jadi 5-6 hari. Lama pembuatan itu bergantung dari tema dan ukuran,"
terangnya.
Untuk jangka panjang dirinya akan mengembangkan bisnis
scrap
dari kualitas produk, dengan meningkatkan kreativitas dan memakai bahan
yang lebih bervariasi, termasuk di kota lain seperti di Surabaya.
"Saya mau bikin bisnis
scrap. Saya jadi bisnis
scrapcard yang dipakai untuk undangan ulang tahun, pernikahan, atau pertunangan begitu. Saya juga mau membuat
scrap. Saya bisa dipakai untuk momen-momen yang lebih tinggi, seperti
scrapframe buat akad nikah, hadiah kelahiran bayi," katanya.
Valkrisda
berpesan kepada anak-anak muda yang mau membuka usaha, jangan takut dan
malu untuk berbisnis mulai dari bisnis yang kecil atau sederhana,
karena dari kesederhanaan itulah kesuksesan akan muncul.
"Prinsip
utama dalam bekerja atau berbisnis itu cinta. Segala sesuatunya harus
didasari oleh cinta supaya apa yang kamu kerjakan dan geluti itu tetap
bersih dan berkembang positif," sarannya.
SUMBER:
http://finance.detik.com/read/2014/11/25/105225/2758188/480/di-tangan-gadis-cantik-ini-kertas-dan-kain-tak-terpakai-disulap-jadi-rupiah
B.) SOAL: ANAK LAKI-LAKI MENUNJUKKAN KREATIFITAS YANG LEBIH BESAR DARI ANAK PEREMPUAN, TERUTAMA SETELAH BERLALUNYA MASA ANAK ANAK?
Ya, perdapat saya setuju dengan soal tersebut. Biasaya anak laki-laki menunjukan kreativitas yang lebih besar daripada anak
perempuan. Terutama setelah berlalunya masa kanak-kanak. Hal ini
disebabkan karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan
kreativitasnya. Misalnya, anak laki-laki lebih ditekankan menjadi lebih
mandiri dan mempunyai jiwa kepemimpinan daripada anak perempuan. Selain
itu juga anak laki-laki cenderung mencari hal-hal baru dari lingkungan
sekitarnya sehingga ia terkadang dapat mengembangkan hal-hal yang baru
saja didapatkannya. Untuk sebagian besar hal ini disebabkan oleh perbedaan perlakuan
terhadap anak laki-laki dan anak perempuan. Anak laki-laki diberi
kesempatan untuk mandiri, didesak oleh teman sebaya untuk lebih
mengambil resiko dan didorong oleh para orangtua dan guru untuk lebih
menunjukkan inisiatif dan orisinalitas.